{
  "fields": [{"id":"_id","type":"int"},{"id":"judul_dok","type":"text"},{"id":"jns_dok","type":"text"},{"id":"tgl_dibuat","type":"timestamp"},{"id":"tim_penyusun","type":"text"},{"id":"desk_isi_dok","type":"text"},{"id":"rekom_dokumen","type":"text"},{"id":"bentuk_tl","type":"text"},{"id":"mendukung_kebijakan_perencanaan","type":"text"}],
  "records": [
    [1,"Kajian Triplehelix dalam Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Masyarakat Berpenghasilan Rendah  di Kota Surabaya","Penelitian","2022-11-30T00:00:00","Bappedalibang dan Akademisi","Pengentasan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah upaya pemerintah untuk\nmengurangi kesenjangan pendapatan beserta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di\nKota Surabaya. Kajian pengentasan MBR dikembangkan dengan menggunakan Model Triple Helix\nkemudian dijabarkan menggunakan framework business process management. Framework Business\nProcess Management dilakukan dengan beberapa proses yang dimulai dengan process identification.\nProcess Identification digunakan untuk menentukan proses bisnis relevan dengan masalah yang\ndiidentifikasi. Selanjutnya adalah process discovery yang mendokumentasikan proses bisnis dalam beberapa model. Model proses bisnis serta isu-isu yang berhasil diidentifikasi akan diukur\nmenggunakan ukuran kinerja dalam tahap process analysis. Setelah process analysis, maka tahap\nselanjutnya adalah process redesign yang akan mengidentifikasi perubahan pada proses bisnis\ndengan mengatasi masalah yang diidentifikasi pada fase sebelumnya. Tahap berikutnya yaitu process\nimplementation terhadap seluruh proses bisnis yang telah direncanakan, serta process monitoring\nyang digunakan untuk menentukan seberapa baik kinerja proyek dalam pengentasan MBR di Kota\nSurabaya sehubungan dengan ukuran kinerja dan tujuan kinerja yang telah ditetapkan","untuk mencari pola dan gambaran\numum (framework) bagaimana pengentasan MBR di Kota Surabaya","Kebijakan","Ya"]
]}
