<data>
<row _id="1"><dasar_koordinasi>Data Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Penting bulanan yang bersumber dari :
1) Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan
2) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
3) PD Pasar</dasar_koordinasi><koordinasi>Bidang Pengendalian dan Distribusi Perekonomian</koordinasi><pihak_terkait>1. Staf Ahli Walikota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan
2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
3. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
4. Dinas Komunikasi dan Informatika
5. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan
6. Dinas Perhubungan
7. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam
8. Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
9. Dr. Ignatia Martha Hendrati,ME
10. Badan Pusat Statistik Kota Surabaya
11. PD Rumah Potong Hewan
12. PD Pasar Surya</pihak_terkait><jenis_laporan>Laporan Analisa Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan Daerah</jenis_laporan><judul_laporan>Laporan Hasil Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi Pengendalian Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Penting Kota Surabaya Bulan Juli 2024</judul_laporan><nama_penanggungjawab>Vykka Anggradevi Kusuma, S.STP</nama_penanggungjawab><tanggal_laporan>2024-07-30T00:00:00</tanggal_laporan><deskripsi_laporan>Berdasarkan pembahasan dan data-data sebagaimana hasil rapat, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
a. Data yang berhasil dihimpun pada bulan Juli 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar
komoditas ketersediaan bahan pokok mengalami penurunan di bandingkan dengan bulan
Juni 2024, kecuali bahan pokok daging sapi, daging ayam ras, daging itik, telur ayam ras,
dan bawang merah
b. Indeks Kecukupan Pangan (IKP) komoditas beras Kota Surabaya untuk Bulan Juli 2024
adalah 3.41 dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Surabaya
c. data jumlah ternak sapi (ekor) dan jumlah daging sapi (kg) yang dipotong di RPH/TPH
Pegirian dan Kedurus untuk bulan Juli 2024 mengalami penurunan dibandingkan dengan
bulan Juni 2024
d. dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Juni), pada bulan Juli 2024 komoditas yang
terpantau mengalami peningkatan harga paling besar yaitu cabai kecil/rawit
e. beberapa komoditas yang diperkirakan mengalami inflasi dan deflasi di bulan Juli 2024 dari
hasil survei BPS Kota Surabaya dari minggu pertama hingga minggu keempat sebagai
berikut :
i. Penyumbang inflasi: Kenaikan tarif tol Surabaya - Mojokerto dar Rp. 31.500 menjadi
Rp. 23.500, beras, kelompok pendidikan, cabai rawit kecil, minyak goreng, gula pasir,
emas perhiasan, kopi bubuk, rokok, singaret kretek mesin.
ii. Penyumbang deflasi: daging ayam ras, bawang merah, tomat, telur ayam ras, cabai
merah besar.

Rekomendasi:
Sesuai pembahasan di atas untuk ketersediaan beberapa bahan pokok sudah cukup namun ada
yang perlu di perhatikan oleh pemerintah Kota Surabaya Khususnya Tim Pengendalian Inflasi
segera ditindaklanjuti:
a. Berkoordinasi dengan PD Pasar Surya terkait pengendalian harga cabai
b. PD Pasar Surya untuk mengupdate entry dan mengecek data harga bahan pokok pada
aplikasi setiap hari
c. PD Pasar Surya untuk mewujudkan Senja Surya Mart di 5 Pasar pantauan BPS (Pasar
genteng, Pasar Wonokromo, Pasar Tambahrejo, Pasar Pucang Anom, Pasar Rungkut
sebelah Pasar Soponyono)
d. Kepala pasar untuk mensosialisasikan kepada pedagang di Pasar PD Pasar Surya agar
tidak menjual cabai di atas HAPK
e. Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian untuk menyiapkan data luasan lahan penanaman
cabai di Kota Surabaya
f. PD Rumah Potong Hewan menggerakkan para jagal untuk meningkatkan jumlah sapi yang
di potong untuk memenuhi ketersediaan daging sapi di Kota Surabaya
g. Perlu di waspadai pelonjakan harga komoditas cabai di bukan September - Desember 2024
yang dapat memicu inflasi.</deskripsi_laporan></row>
</data>
