Jumlah Kasus Penyakit Diftery, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Suspek Campak yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi Menurut Kecamatan Tahun 2019 - 2024
Penjelasan mengenai variabel di dalam dataset ini:
- Kecamatan : menyatakan nama kecamatan di wilayah Kota Surabaya sesuai ketentuan Kemendagri dan BPS dengan tipe data teks.
Berdasarkan Permenkes RI No. 1501/MENKES/PER/X/2010 tentang Kesehatan (Bab Pengendalian Penyakit Menular & Imunisasi)
-
Difteri : menyatakan jumlah kasus penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, ditandai dengan adanya demam, nyeri telan, dan terbentuknya pseudomembran di tenggorokan atau saluran napas.
-
Pertusis : menyatakan jumlah kasus prnyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis, ditandai dengan batuk beruntun yang khas.
-
Tetanus Neonatorum : menyatakan jumlah kasus penyakit tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir (usia 0–28 hari) akibat terinfeksi spora bakteri Clostridium tetani.
-
Hepatitis B : menyatakan jumlah kasus penyakit infeksi organ hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang dapat menular secara vertikal dari ibu ke bayi saat melahirkan atau secara horizontal melalui darah dan cairan tubuh.
-
Suspek Campak : menyatakan jumlah kasus penyakit campak dengan gejala klinis demam dan ruam kemerahan berbentuk makulopapular, serta dapat disertai salah satu gejala batuk, pilek, atau mata merah (konjungtivitis), sebelum dikonfirmasi oleh hasil laboratorium merujuk pada Pedoman Surveilans Campak-Rubela Kemenkes.